INI LAH ORANG YANG MENGEBOM GEREJA DI SAMARINDA, DENGAN MERAKIT BOM OTODIDAK

INI LAH ORANG YANG MENGEBOM GEREJA DI SAMARINDA, DENGAN MERAKIT BOM OTODIDAK

INI LAH ORANG YANG MENGEBOM GEREJA DI SAMARINDA : Polri masih menutup rapat peran masing-masing tujuh orang tersangka termasuk Johanda (33). Dalam peledakkan bom di gereja Oikumene, Minggu pagi lalu. Namun demikian, ketujuh tersangka ini berlatih merakit bom, sebelum Johanda mengeksekusi bom itu.

“Ketujuh orang tersangka ini terlibat dalam perencanaan, pembuatan bom, pembelian bahan, melaksanakan hingga mengeksekusinya.  Kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin, kepada wartawan, di mako Brimob Polda Kalimantan Timur, Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda, pada hari Sabtu dini hari.

Dicecar pertanyaan peran dari masing-masing ketujuh tersangka, Safaruddin enggan bicara panjang lebar. Dia hanya memastikan, ketujuh tersangka terlebih dulu berlatih bersama merakit bom berdaya ledak rendah itu.

“Sebelumnya dilakukan pelatihan untuk merakit itu. Karena tujuh orang ini masih kita kembangkan,” ujar Safaruddin.

“Mereka ini terlibat jaringan apa, bagaimana jaringan mereka, belum waktunya saya sampaikan. Ini masih dikembangkan lagi, untuk yang lebih besar lagi,” tambah dia.

Safaruddin juga enggan menjelaskan jenis bom yang digunakan para pelaku, berikut dengan bahan-bahannya. “Untuk jenis bom dan bahannya, belum bisa saya sampaikan,” sebutnya.

“Jadi, sebagaimana saya sebutkan sebelumnya, ada 19 saksi diperiksa, dan tujuh orang diantaranya ditetapkan jadi tersangka. Selebihnya, tidak memenuhi persyaratan hukum dan dugaan pidana, untuk dijerat sebagai tindak pidana,” ungkap Safaruddin.

Safaruddin mengatakan Densus 88 antiteror mengamankan beberapa barang bukti, seperti buku.

“Ya, buku-buku. Tidak bisa saya sebutkan satu persatu, nanti jadi bahan pelajaran masyarakat,” ungkap Safaruddin.

“Apakah dua orang yang diamankan kemarin di Penajam Paser Utara menjadi otak peledakkan. Yang jelas tujuh orang itu ada saling keterlibatan dalam perencanaan,” jelasnya.

Pascaledakan bom kepolisian Samarinda, lanjut Safaruddin, semakin meningkatkan kewaspadaannya. Baik di kepolisian di Kalimantan Timur, maupun di Kalimantan Utara yang masih menjadi wilayah kerja Polda Kalimantan Timur.

JANGAN LUPA JUGA MEMBACA DAN SHARE  : DI PEDALAMAN KAMPUNG PAPUA DI TEMUKAN WILAYAH YANG BELUM PERNAH ADA DI PETA NEGARA INDONESIA. TERIMAKASI YAH

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!