SERENA WILLIAMS KEMBALI MENJADI NO 1 DI DUNIA

SERENA WILLIAMS KEMBALI MENJADI NO 1 DI DUNIA

Serena Jameka Williams lahir pada tanggal 26 September tahun 1981. Beliau adalah pemain tenis profesional yang berasal dari negara Amerika. Asosiasi Tenis Wanita atau yang biasa di singkat WTA menetapkan bahwa beliau mendapat peringkat dunianya No 1 di single pada tujuh kesempatan. Serena Jameka Williams menjadi pemain No satu di dunia untuk pertama kalinya pada tanggal 8 Juli 2002. Beliau berhasil mencapai peringkat tersebut untuk ketujuh kalinya pada tanggal 30 Januari 2017. Pada kesempatan keenam, beliau berhasil memegang peringkat untuk 186 minggu berturut-turut.Beda halnya dengan rekor yang dibuat oleh Steffi Graf untuk beberapa minggu berturut-turut sebagai dunia No 1 oleh pemain tenis wanita. Pada pertandingan Asutralia Terbuka tahun 2017 yang di adakan di Melbourne. Aplaus penonton yang memenuhi Rod Laver Arena membuat Melbourne Park bergema. Kegemaan tersebut di akibatkan setelah Serena Williams mencatatkan namanya sebagai kampiun Australia Terbuka 2017. Sejumlah rekor pun dia torehkan setelah mengandaskan perjuangan sang kakak kandung, Venus Williams, 6-4, 6-4 di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Australia.

Tidak terlihat adanya hubungan saudara kandung saat unggulan kedua Serena, meladeni Venus di pertandingan. Duel keduanya cukup sengit dan menegangkan. Venus, petenis tertua yang menyentuh final Australia Terbuka dalam usia 36 tahun enggan menyerah dengan mudah dari sang adik. Dia pun habis-habisan mengerahkan kemampuannya untuk mengalahkan adeknya. Sudah di pastikan Serena menjadi pemain yang terbaik di grand slam awal tahun 2017. Setelah pertandingan selesai keduanya larut dalam pelukan hangat adik dan kakak. Kedua saudara kandung itu pun saling menitikkan air mata. Lantas, hanya pujian yang meluncur dari mulut masing-masing. Penonton yang memadati Melbourne Park pun memberikan aplaus panjang menyaksikan momen haru itu.

PRESTASI AKAN BERLANJUT

Trofi Australia Terbuka 2017 amatlah istimewa bagi Serena. Ini adalah gelar ketujuh beliau di Melbourne. Kemenangan di salah satu event tenis paling bergensi ini mengantarkan petenis berusia 35 tahun itu kembali ke singgasana nomor satu dunia. Ini terjadi setelah unggulan pertama Angelique Kerber kandas di babak keempat Australia Terbuka. Tak hanya itu kemenangan juga mengantarkan Serena meraih trofi grand slam ke-23 sepanjang kariernya. Dia melampaui catatan Steffi Graf yang mengoleksi 22 titel grand slam era terbuka. Beliau hanya tertinggal satu gelar dari peraih titel terbanyak grand slam sepanjang masa Margareth Court. “Saya tidak bisa berkata-kata. Ini adalah momen istimewa. Dan, saya berbagi kebahagiaan ini dengan kakak saya tercinta,” kata Serena.

Kekalahannya dari Serena, semakin menegaskan dominasi sang adik di panggung pentas dunia. Kakak beradik ini telah berjumpa 28 kali. Serena unggul dengan 17 kemenangan. Sedangkan di final turnamen WTA (Federasi Tenis Wanita), Venus dan beliau berjumpa sebanyak 12 kali. Beliau tetap unggul dengan sembilan kemenangan. Sebelum final Australia Terbuka tadi malam. Keduanya bertarung di ajang yang sama pada edisi 2003. Kala itu, Beliau juga mengungguli sang kakak lewat duel tiga set 7-6, 3-6 dan 6-4. Dukungan untuk Serena sudah terasa di berbagai sudut Kota Melbourne sejak Sabtu pagi. Pencinta tenis yang tak kebagian tiket bisa menyaksikan pertandingan Australia Terbuka di taman-taman kota yang menyediakan layar raksasa, di antaranya Garden Square yang berada di Melbourne Park.

Baca Juga : Kepolisian Berusaha Ungkap Kasus 2 Desember 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!