Pemeriksaan Tehadap Mantan PT Garuda Indonesia

Pemeriksaan Terhadap Mantan PT Garuda Indonesia

Penyidik KPK memeriksa bos mantan PT Garuda Indonesia Emirsyah Satara

terkait kasus duganaan suap ke dalam pengadaan mesin pesawat dari Roll Royce di PT Garuda Indonesia. Emir diperiksa sebagai saksi untuk Soelikno Soedarjo, pendin PT Mugi Rekso Abadi (MRA). “Saya hadir sebagai saksi untuk Pak Soelikno.” Emir usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Usai menjalani pemeriksaan Emir mengaku akan kooperatif kepada penyidik terkait kasus tersebut. ” Saya mau kooperatif. Soal materi penyidikan tanyakan saja ke pentidik,” kata emir. Pada pemeriksaan kali ini, Emir diperiksa penyidik selama enam jam. Dia datang sekitar pukul 09.30 WIB dan meninggalkan gedung KPK pukul 15.40 WIB. Tak banyak disampaikan Emir. Usai diperiksa, dia hanya menjawab singkat pertanyaan dari awak media sambil berlalu ke arah mobilnya.

Emirsyah Satar mengaku mendapat banyak  pertanyaan dari penyidik. “Cukup banyak (pertanyaan) tadi dari penyidik,” ujar Emir. Sebelumny KPK telah memeriksa pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soelikno soedarjo pada Selasa 28 februari 2017 terkait aliran dana tersebut. KPK telah mengungkap kasus dugaan suap terkait pengadaan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. PT Rolls Royce merupakan perusahaan yang menyediakan mesin pesawat tersebut.

“Inilah yang kami inginkan dan tentunya kami harapkan ini tidak mengganggu Garuda sendiri ya,” ujar Emir di Gedung KPK Jakarta. Pengacara Emir, Luhut Pangaribuan mengatakan, Emir dicecar sekitar 17 pertanyaan oleh penyidik KPK. Menurut Luhut, materi pemeriksaan belum mengenai substansi perkara dugaan suap.

Emirsyah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS, atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce. Selain Emir, KPK juga menetapkan pihak swasta bernama Soetikno Soedarjo sebagai tersangka. Soetikno yang merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd, diduga bertindak sebagai perantara suap. Seperti diketahui, Soetikno Soedarjo selaku Beneficial Owner Cannaught Internasinal Pte Ltd diduga kuat memberikan suap sebanyak 1,2 juta Euro dan USD180 ribu  atau setara Rp20 miliar kepada mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!