Ahok Mengundurkan Dirinya Dari Gubernur DKI Jakarta

Ahok Mengundurkan Dirinya Dari Gubernur DKI Jakarta Lewat Surat Yang Dititip Kepada Djarot

Ahok Mengundurkan Dirinya – Basuki TAhok Mengundurkan Dirinya Dari Gubernur DKI Jakartajahaja Purnama (Ahok) memutuskan untuk mengundurkan dirinya sendiri sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Sudahlah, saya mundur saja.” Kalimat itu yang telah di sampaikan Ahok kepada Pelaksanaan Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Djarot menceritakan, kalimat tersebut disampaikan saat dirinya menjenguk Ahok yang ditahan di Rutan Mako Brimob, Depok. Ahok ditahan setelah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.

“Saya sudah ketemu sama beliau dan beliau mengatakan ‘sudahlah untuk menjaga situasi bulan puasa supaya tidak ada pro-kontra. Sudahlah Saya mundur saja, nanti mas Djarot yang teruskan’,” ujar Djarot, Jumat (26/5).

Informasi yang disampaikan oleh Djarot terbukti dengan Surat pengunduran diri yang di buat Ahok sebagai DKI Jakarta.

Ahok Mengundurkan Dirinya Dari Gubernur DKI Jakarta Lewat Surat Yang Dititip Kepada Djarot

Ahok menandatangani surat pengunduran dirinya dan di serahkan ke Presiden Joko Widodo dengan tembusan ke Menteri Dalam Negeri(Mendagri) Tjahjo Kumolo, pada selasa kemarin.

Setelah mengundurkan diri, Ahok mengembalikan sisa biaya penunjang operasional (BPO) yang selama ini ia terima sebagai Gubernur DKI. Pengacara Ahok, Josefina A Syukur mengungkapkan, uang yang di kembalikan kepada Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp 1.287.096.775 atau Rp 1,2 milliar. Uang operasi bulan Mei itu ditransfer melalui rekening Bank DKI atas nama Biro Adminstrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Josefina, Ahok menggunakan uang BPO hingga saat vonis hakim dibacakan. Sejak saat itu, Ahok memang tak lagi bekerja di Balai Kota karena langsung di masukkan kedalam tahanan.

Sisa uang operasional yang dikembalikan Ahok sudah diterima Pemprov DKI Jakarta dan otomatis masuk ke bendahara pengguna anggaran yang ada di Biro Administrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta.

Ahok Mengundurkan Dirinya Dari Gubernur DKI Jakarta Lewat Surat Yang Dititip Kepada Djarot

Selama ini, Ahok diketahui menerima BPO sebanyak Rp 2,1 Milliar per bulannya. BPO yang diterima kepala daerah dan wakil kepala daerah bisa digunakan untuk koordinasi, penanggulan kerawanan sosial, bantuan kemasyarakatan, bantuan keagamaan, pengamanan, dan kegiatan khusus lainnya dengan mempertimbangkan azas penghematan, kepatuhan, dan kewajaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ahok diketahui bukan sekali ini saja mengembalikan sisa dana operasional. dia pernah mengembalikan Rp 4,8 Milliar setelah mantan Gubernur DKI Jokowi maju Pilpres. Uang senilai Rp 4,8 milliar itu sebenarnya sisa uang operasional Jokowi selama 4 bulan yang kemudian menjadi hak Ahok karena Jokowi mulai kampanye untuk Pilpres.

Setelah mengundurkan diri, Ahok akan tetap mendapatkan uang pensiun setiap bulannya. Sebab, Ahok dinilai berhenti dengan hormat. Akan berbeda jika Ahok tersandung kasus korupsi.

“Kalau kasus OTT korupsi itu pemberhentian tidak hormat,” ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono. Sumarsono mengungkapkan, Ahok akan menerima uang pensiun sebagai kepala daerah kurang dari Rp 10 juta.

Setelah Ahok mengundurkan diri, Djarot akan diangkat sebagai gubernur definitif DKI Jakarta. DPRD DKI Jakarta akan menggelar sidang parpipurna istimewa untuk mengusulkan pengangkatan Djarot pada Selasa (30/5) mendatang.

Djarot akan meneruskan sisa masa kerjanya hingga Oktober 2017 tanpa di temanin Ahok.

Baca Juga: Wiranto Ceritakan Perbedaan Rapat di Empat Pemerintahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!