Dengan Soal merokok sambil berkendara bisa di penjara, ini penjelasan lengkap polisi

Dengan Soal merokok sambil berkendara bisa di penjara, ini penjelasan lengkap polisi

Dengan Soal merokok sambil berkendara bisa di penjara, ini penjelasan lengkap polisi Baru-baru ini Polda Metro Jaya dari membeberkan hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dengan ketika seseoraang mengendarai mobil. Di antaranya merokok mendengarkan musik atau televisi menjadi haram dilakukan.

Dengan Kebiasaan tersebut dinilai akan mengganggu dengan konsentrasi pengendara. Padahal hanya dengan begitu pengedara bisa membunuh dirinya sendiri, terlebih jika terjebak dalam kemacetan.

Dengan Soal merokok sambil berkendara bisa di penjara, ini penjelasan lengkap polisi

Namun dari kasubdit BinGakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto malah mengembalikan hal itu kepada semua masyarakat.

Dengan bagaimana dengan yang merokok dan mendengarkan radio Silakan masyarakat menilai kegiatan tersebut mengganggu konsentrasi atau tidak katanya saat dikonfirmasikan Jumat (2/3).

Dari kelalaian saat mengemudi lanjut bisa dengan menjadi pemicu kecelakaan. Hal ini dengan tercantum dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam postingan tersebut, dipasang foto seseorang yang tengah asyik merokok sambil memacu laju sepeda motornya.

Karena sebagai contoh dalam pasal 106 ayat 1 setiap pengendara kendaraan bermotor wajib berlaku dengan wajar dan penuh konsentrasi. Penuh konsentrasi adalah penuh dari perhatian dalam arti tidak boleh melakukan kegiatan atau dari dipengaruhi oleh siuasi yang dapat menurunkan tingkat kosentrasi. Misalnya, capek, lelah, ngantuk, gunakan handphone, terpengaruh alkohol, narkotika dan lain-lain jelasnya.

Sebelumnya melalui akun instagram resmi @polantasindonesia yang diunggah Kamis (1/3) polisi melalui Budiyanto menegaskan akan menindak pengendara yang merokok sambil berkendara.

Dalam postingan tersebut, dipasang foto seseorang yang tengah asyik merokok sambil memacu laju sepeda motornya.

Sudah kronis banyak pengendara Indonesia yang melanggar peraturan ketika di jalan raya dan itu dianggap biasa. Salah satu kebiasaan buruk yang kerap ditemui yakni merokok sambil berkendara, entah mobil atau motor tulis akun tersebut.

Pada paragraf kedua Budiyanto mengatakan pihaknya tidak akan segan-segan menindak pelanggaran tersebut. Ancaman hukuman penjara tiga bulan atau denda Rp 750.000.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi

ketika di jalan raya dan itu dianggap biasa. Salah satu kebiasaan buruk yang kerap ditemui yakni merokok sambil berkendara, entah mobil atau motor tulis akun tersebut.

Pasal 283 tentang aturan dan sanksi bagi pengendara yang lalai menjaga keselamatan lalu lintas. Jika terbukti lalai akan mendapat hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!